Rancang Bangun Greenhouse Hidroponik Deep Water Culture (DWC) Dengan Sistem Monitoring Berbasis Internet of Things (IoT)
DOI:
https://doi.org/10.35791/jteta.v17i1.68387Kata Kunci:
Rumah Kaca, Hidroponik, Deep Water Culture (DWC), Sistem Monitoring, Internet of Things (IoT)Abstrak
Tujuan penelitian ini (1) Merancang dan membangun greenhouse hidroponik Deep Water Culture (DWC) skala rumah tangga dengan sistem monitoring berbasis IoT untuk memantau parameter lingkungan dan hidroponik DWC dalam mendukung pertanian perkotaan (urban farming) pada lahan sempit. (2) Menguji kinerja sistem monitoring greenhouse hidroponik DWC berbasis IoT meliputi: a) pemantauan suhu, kelembapan menggunakan sensor DHT22, b) nutrisi menggunakan sensor TDS gravity, c) ketinggian air menggunakan sensor water level dan pompa 5V, d) intensitas cahaya (lux) secara digital. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yaitu merancang, membangun dan menguji sistem monitoring pada greenhouse hidroponik DWC berbasis IoT. Sistem berhasil melakukan pengujian dengan monitoring selama tiga hari pada greenhouse hidroponik DWC. Suhu di dalam greenhouse berkisar antara 29,6-46,4 °C dengan kelembapan 43,9-85%, sedangkan suhu diluar greenhouse berkisar antara 26,2-39,7 °C dengan kelembapan 53,6-95%. Kondisi tersebut menunjukkan greenhouse lebih tinggi suhunya dan cenderung memiliki kelembapan lebih rendah. Peningkatan suhu yang tinggi dan kelembapan rendah akibat efek rumah kaca dan terbatasnya sirkulasi udara. Nilai nutrisi berkisar 603-619 ppm, memiliki akurasi (96,25%). Ketinggian air 10cm, namun sensor membaca 8-9cm dengan kesalahan 10-20%. Intensitas cahaya berkisar 13.840 sampai 140.600 lux. Kesimpulannya, sistem monitoring berbasis IoT mampu bekerja dengan baik dalam memantau parameter lingkungan secara real-time, dan perlu melakukan perawatan rutin untuk meningkatkan akurasi pada sensor.
Referensi
Darinding, P., G. C. Setyawan., dan K. J. D. Lase. 2026. Perancangan dan Implementasi Sistem IoT Untuk Monitoring Kualitas Air Menggunakan ESP8266 dan Sensor TDS Meter. Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi, 15(2): 560-571.
Fadhlillah, R. H., S. Dwiratna, dan K. Amaru. 2019. Kinerja Sistem Fertigasi Rakit Apung Pada Budi Daya Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) Jurnal Pertanian Tropik, 6(1): 165-79.
Huda, M. N., M. S. Zuhrie, N. Kholis. dan P. W. Rusimamto. 2025. Rancang Bangun Kit Mikrokontroler ESP 32 Berbasis IoT Sebagai Media Pembelajaran Pada Elemen Pemrograman Dan Aplikasi Mikrokontroler Di SMKN 7 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 14(03): 191-195.
Jingga, T.Z., I. Laksmana, M.R. Nurtam, R. Syelly, H. Hendra, Jamaluddin dan P. Putera. 2022. Smart Agriculture: Budidaya Hidroponik Dengan Sistem Cerdas. Goresan Pena.
Khafi, A. M., D. Erwanto dan Y. B. Utomo. 2019. Sistem kendali suhu dan kelembaban pada greenhouse tanaman sawi berbasis IoT. Generation Journal, 3(2): 37-45.
Purbajanti, E.D., W. Slamet dan F. Kusmiyati. 2017. Hidroponic Florentina. EF Press Digimedia. Jakarta.
Rianti, K.P.K., dan Y. Prastyo. 2022. Analisis Penggunaan Sensor Suhu dan Kelembapan Untuk Monitoring Lingkungan Greenhouse Berbasis Arduino. Antivirus: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika, 16(2): 200-210.
Setiyo, Y., S. Sumiyati dan N.P. Yuliasih. 2019. Analisis iklim mikro di greenhouse dengan atap tipe arch untuk budidaya bunga krisan potong. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 4(1): 24–34.
Susilawati. 2019. Dasar–Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Unsri Press, Palembang.
Widyanti, D.N. 2021. Pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap pertumbuhan bayam merah (Alternanthera amoena Voss) secara hidroponik. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Zulhaq, S. R., P Gunoto., dan H. Susanti. 2025. Sistem Pemantauan Nutrisi Pada Tanaman Berbasis Internet of Things (IoT). Sigma Teknika, 8(1): 62-69.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Samuel Purba, Herry F. Pinatik, Dedie Tooy

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Journal Template

