Profil Anak Dengan Sepsis dan Syok Sepsis yang dilakukan Kultur Darah Periode Januari 2010-Juni 2015 DI RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Prily Supit, Jose M. Mandei, Novie H. Rampengan

Abstract


Abstract: Sepsis and septic shock is a medical emergency that needs to be treated immediately in order to reduce mortality. Both of these circumstances are often found in the hospitals. The gold standar of diagnosis is the finding of bacteria in the blood through a blood culture examination. Clinicians need to ensure that antibiotics are used effectively against the germ that causes sepsis. This study aimed to obtain the profile of blood cultures of children diagnosed as sepsis or septic shock. This was a descriptive retrospective study using medical record data of patients in Pediatrics Department Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. There were 146 patients with sepsis and septic shock during the period of 2010-2015. Patients performed blood culture examination on them were as many as 33 children, however, the data only showed the results of 21 patients. Most patient aged <1 year , male gender. The types of germs frequently found were Citrobacter difesus, Staphylococcus aureus, and Enterobacter aerogenes. Most germs were sensitive to antibiotics ampicillin sulbactam and levofloxacin.

Keywords: sepsis, septic shock, children, blood culture

 

Abstrak: Sepsis dan syok sepsis merupakan kedaruratan medik yang perlu mendapatkan penanganan yang segera untuk dapat menurunkan angka kematian. Kedua keadaan ini merupakan hal yang sering ditemukan dirumah sakit. Standar baku diagnosis sepsis ialah ditemukannya bakteri dalam darah melalui pemeriksaan kultur darah. Dalam terapi, klinisi perlu memastikan bahwa antibiotik yang digunakan efektif dalam mengatasi kuman penyebab sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kultur darah pada anak yang di diagnosis sepsis dan syok sepsis sehingga dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan sepsis. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif. Sebanyak 146 pasien sepsis dan syok sepsis periode tahun 2010 – tahun 2015 dan yang dilakukan pemeriksaan kultur sebanyak 33 anak, namun hasil kultur yang tercantum dalam rekam medik hanya 21 pasien. Pasien terbanyak berusia <1 tahun, jenis kelamin laki-laki. Jenis kuman penyebab yang paling sering yaitu Citrobacter difersus , Staphylococcus aureus, dan Enterobacter aerogenes, dan umumnya sensitif terhadap antibiotik ampicillin sulbactam, dan levofloxacin.

Kata kunci: sepsis, syok sepsis, anak, kultur darah


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.4.1.2016.10982

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


page counter