Water quality management for aquaculture at Lake Tutud, North Sulawesi

Suzanne L. Undap, Reiny A. Tumbol

Abstract


Southeast Minahasa Regency has potential natural resources, one of them related aquculture in Lake Tutud. Considering the conditions and opportunities for the development of aquaculture in Lake Tutud, improvement efforts and increase the potential for fish production needs to be done.

Some of the factors that caused the current problems include declining water level of Lake Tutud drastically in recent years caused by the death of most of spring water coming into the lake causing sedimentation, high content of sulfur from the irrigation run off. All of these problems can be a barrier to tilapia fish culture, so it is necessary to periodically measure the water quality in Lake Tutud in order to improve and enhance the quality of the water before it is used for culture efforts.

Referring to the current economic conditions of the community around Lake Tutud of Tombatu 3 Village include community leaders and the fish farmers are also public observers who are interested in this program, through the Program Implementation of science and technology for the Community (IbM) of PNBP UNSRAT given counseling, training and mentoring such as water quality management technology.

The methods used in the implementation of science and technology program are education, training, discussion and mentoring. Materials used were proper method of producing fish seeds, the stages of the production process, the use immunostimulatory in fish feed for fish disease management, maintain and improve water quality. With the Community Service Program through the application of science and technology, it is expected that there will be a transferred in science and technology in water quality management of Tutud lake so hopefully their business development, creation of business opportunity, income generation and welfare of the people in this Tombatu 3 village.

The results revealed that the implementation of this community service activity in the form of the application of science and technology are: lecture activities, training, discussion and question and answer, including the lake water quality measurements that have been going well with good response of the fish farmers indicated by the presence of participants as much as 80%, show that a). increased production of tilapia fish farmers through water quality management can be implemented, b). tilapia fish farming is feasible and can provide profit if done properly, so it can be an alternative in an effort to help the reduction of unemployment and poverty.

Interaction with the community on this community service activity, it is found that there were many people who still do not understand much about the overall material included engineering, water quality management and proper fish feed and feeding method. One of the barriers was the language, so it is necessary for the lectures and trainers to use the local language. It can be recommended in the future to keep on doing this kind of community service considering the inherent of the knowledge and application of water quality management is still a new thing and has a business prospective opportunities in the Tombatu 3 village.


Keywords: water quality, community, management.

Abstrak

Kabupaten Minahasa Tenggara mempunyai potensi sumber daya alam yang banyak salah satunya yang berkaitan dengan bidang Perikanan budi daya air tawar adalah Danau Tutud. Memperhatikan kondisi dan peluang pengembangan pembudidayaan ikan di Danau Tutud maka upaya perbaikan dan peningkatan potensi produksi ikan perlu dilakukan. Budi daya ikan khususnya di Danau Tutud adalah pembudidayaan pembesaran ikan nila di Keramba Jaring Tanjap (KJT).

Dalam usaha pengembangan budi daya ikan air tawar harus diimbangi dengan pengelolaan kualitas air danau dan penanganan penyakit ikan yang baik. Oleh sebab itu aspek-aspek yang menjadi factor pembatas dalam hal peningkatan produksi perlu dicari jalan keluarnya yang baik.

Beberapa faktor yang menjadi masalah yang dihadapi saat ini antara lain adalah menyusutnya secara drastis permukaan air Danau Tutud dalam beberapa tahun belakangan ini akibat dari matinya sebagian besar mata air yang masuk ke danau sehingga mengalami sedimentasi, selain itu kandungan sulfur atau belerang cukup tinggi dari air irigasi yang berasal dari danau yang mana akan dapat menjadi hambatan usaha pembenihan ikan nila, sehinggan diperlukan adanya pengukuran kualitas air Danau Tutud untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas air sebelum dipergunakan untuk usaha budi daya.

Mengacu pada kondisi tersebut maka untuk masyarakat sekitar Danau Tutud di Desa Tombatu 3 antara lain para tokoh masyarakat dan para pembudidaya ikan juga masyarakat pemerhati yang tertarik pada program ini, melalui Program Penerapan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) dari PNBP UNSRAT diberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan berupa teknologi pengelolaan kualitas air.

Metode yang digunakan dalam Program Penerapan Ipteks ini adalah penyuluhan, pelatihan, diskusi dan pendampingan. Materi kegiatan pengabdian penerapan Ipteks ini meliputi cara memproduksi benih ikan yang benar dan baik, tahapan-tahapan proses produksi pakan ikan yang diberi imunostimulan untuk penanganan penyakit ikan, tahapan tahapan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas air. Dengan Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui penerapan Ipteks ini diharapkan dapat ditransfer ilmu dan teknologi pengelolaan kualitas air Danau Tutud sehingga diharapkan adanya pengembangan usaha, penciptaan peluang berusaha, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Tombatu 3 ini. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan ipteks ini adalah: kegiatan ceramah, pelatihan, diskusi dan tanya jawab, termasuk dengan pengukuran kualitas air Danau Tutud telah berjalan dengan baik respon kehadiran peserta sebanyak 80%. Dari hasil pelatihan, diskusi tanya jawab dan prakek dilapangan menunjukkan bahwa a). peningkatan produksi pembudidaya ikan nila melalui pengelolaan kualitas air ini dapat dilaksanakan, b). pembudidayaan ikan nila ini layak dan dapat memberikan profit bila dilaksanakan dengan baik dan benar, sehingga dapat menjadi alternatif lapangan usaha baru untuk membantu program pengentasan penggangguran dan penanggulangan kemiskinan. Dari hasil interaksi dengan masyarakat pada kegiatan pengabdian ini diketahui bahwa banyak masyarakat yang masih belum banyak mengerti tentang keseluruhan materi termasuk pada materi teknik dan proses pengelolaan kualitas air dan pakan ikan yang baik dan benar, salah satu kendala adalah bahasa, sehingga perlu ceramah dan pelatihan yang menggunakan bahasa setempat. Untuk selanjutnya dapat direkomendasikan agar terus digalakkan dan dilakukan pembinaan yang melekat mengingat pengetahuan dan penerapan pengelolaan kualitas air ini masih merupakan hal yang baru dan merupakan peluang usaha yang prospektif di Desa Tombatu 3.


Keywords: Kualitas Perairan, Komunitas, Manajemen.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35800/jip.4.2.2016.15225

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
 
e_ISSN : 2302-3589