Array

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.35800/jip.v10i1.37239

Kata Kunci:

Array

Abstrak

Array

Referensi

Buhari, N., M. R. Himawan dan E. Jefri. 2021. Kondisi Terumbu Karang di Perairan Gili Gede Sekotong Lombok Barat. Lesser Sunda. Vol. 1(4):24-28. P-ISSN: 27750078; E-ISSN: 2775-0086

Dahuri, R. 1999. Kebijakan dan strategi pengelolaan terumbu karang indonesia.

English, S.A., Wilkinson, C., Baker, V. 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources. 2.nd Edition. Australian Institute of Marine Science. Townsville. Australia. 34-80.

Edinger, E.N. and M.J. Risk., 2000. Reef Classidication by Coral Morphology Predicts Coral Reef Conservation Value. Biological Conservation, 92(1): 1-3.

Giyanto, B.H. Iskandar, D. Soedharma dan Suharsono. 2010. Effisiensi dan Akurasi Pada Proses Analisis Foto Bawah Air Untuk Menilai Kondisi Terumbu Karang. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia 36(1): 111-130.

Giyanto, A.E. Manuputty, M. Abrar, R.M. Siringoringo, S.R. Suharti, K. Wibowo, I.N.E.U.Y. Arbi, H.A.W. Cappenberg, H.F.S.Y. Tuti. dan D. Zulfianita. 2014. Panduan Monitoring Kesehatan Terumbu Karang. Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI. 77 hal.

Indrabudi, T dan R. Alik. 2017. Status Kondisi Terumbu Karang Di Teluk Ambon. Widyariset. Vol. 3 No. 1. Hal. 81-94.

Kohler, K.E. and S.M. Gill. 2006. Coral Point Count with Excel Extensions (CPCe): A Visual Basic Program for The Determination of Coral and Substrate Coverage Using Random Point Count Methodology. Computers and Geosciences, 32(9): 1259-1269. DOI: 10.1016/j.cageo. 2005.11.009.

Menteri Negara Lingkungan Hidup. 2001. Lampiran Surat Keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup No. 04 tahun 2001. tentang Kriteria Baku Mutu Kerusakan Terumbu Karang, Jakarta.

Nozawa, Y., R.D. Villanueva., Munasik., K.A. Roeroe., T. Mezaki., T. Kawai., J. Guest., S. Arakaki., G. Suzuki., J.J.B. Tanangonan., P.O. Ang and P.J. Edmunds. 2017. Latitudinal Variation in Growth and Survival of Juvenile Corals in the West and South Pacific. Coral Reefs 40: 1463-1471.

Paruntu, C.P., K. Hidaka., dan M. Hidaka. 2000. Developmental Changes in Cnida Composition of the Coral Pocillopora damicornis. Galaxea, JCRS, 2: 23-28.

Paruntu, C.P., H. Rifai., dan J.D. Kusen., 2013. Nematosit Dari Tiga Species Karang scleractinian, Genus Pocillopora (Nematocysts of the Three Scleractinian Corals of Genus Pocillopora). Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 9(2): 60-64.

Reaka, K.M.L. 1997. The Global Biodiversity of Coral Reefs: A Comparison with Rain Forests In: Reaka-Kudla ML, Wilsonde, and E.O. Wilson, Editors.Biodiversity II: Understanding and Protecting Our Biological resources, Washington: Joseph Henry Press. Hal 83-107.

Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah Pesisir. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.

Supriharyono. 2007. Konservasi Ekosistem Sumber daya hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.

Sagai, B.P., K.A. Roeroe., I.S. Manembu. 2017. Kondisi Terumbu Karang Di Pulau Raja Salawati Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. Vol. 1 No. 2.

Thamrin. 2006. Karang: Biologi Reproduksi dan Ekologi. Minamandiri Press. Pekanbaru.

Diterbitkan

2022-01-21

Cara Mengutip

, , , , , & . (2022). Jurnal Ilmiah PLATAX, 10(1), 70–76. https://doi.org/10.35800/jip.v10i1.37239

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.