Increasing Seaweed Production in Fishing Communities on the North Minahasa Coast

Authors

  • Grevo Gerung Sam Ratulangi University
  • Edwin L. A. Ngangi Sam Ratulangi University
  • Wilmy Pelle Sam Ratulangi University

DOI:

https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.63714

Keywords:

seaweed, planting calendar, business management, Rinondoran Village

Abstract

The partners or target audience for this proposed PKM Program are people who are not yet economically productive but have a strong desire to become entrepreneurs. The partners in question are the fishermen group of Rinondoran Village. The partner group has been cultivating seaweed for almost 10 years, making it suitable for prospective entrepreneurs. A persistent problem with their seaweed cultivation is the inconvenient planting season. The biggest impact on production is crop failure due to pests and diseases, even coinciding with the high wave season. Furthermore, an inconvenient planting season significantly determines the selling price of the harvest at the farmer level, as it is widely known that the price of dried seaweed fluctuates throughout the year. This condition impacts the partners' business management, primarily resulting in financial uncertainty. The solution to this problem lies in timely seaweed cultivation technology. Cultivation must follow the correct and appropriate season. The results of the research conducted include the discovery of a seaweed cultivation model, in this case, a calendar of seaweed planting techniques. The implementation method for this Community Service Program (PKM) activity is coaching and mentoring for the community of Rinondoran Village, East Likupang District, North Minahasa Regency. This coaching and mentoring will address several priority issues: 1) Counseling, 2) Training, 3) Mentoring, and 4) Evaluation. The objectives of this proposed PKM are: 1) Developing economically independent seaweed farmer groups; 2) Improving partner skills to increase seaweed production; 3) Empowering coastal communities based on marine fisheries potential. Community empowerment involves including partners in their roles and aspirations, aligned with the utilization of their natural and human resource potential. Mandatory output targets to be achieved are: 1) Publication in scientific journals with ISSN and in the mass media; 2) Increasing community knowledge in developing marine resource potential; 3) Partner understanding in developing seaweed cultivation areas.

Keywords: seaweed, planting calendar, business management, Rinondoran Village

Abstrak

Mitra atau khalayak sasaran usulan Program PKM ini ialah masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan. Mitra yang dimaksud ialah kelompok nelayan Desa Rinondoran. Kelompok mitra sudah hampir 10 tahun berusaha dalam budi daya rumput laut sehingga layak diarahkan ke tingkat calon wirausahawan. Permasalahan yang selalu ada, seiring dengan usaha budi daya rumput laut mereka ialah waktu musim tanam yang tidak tepat. Dampak produksi paling besar yaitu gagal panen karena terserang hama dan penyakit, bahkan bersamaan dengan musim gelombang yang besar. Selain itu, musim tanam yang tidak tepat sangat menentukan nilai jual hasil panen di tingkat pembudidaya, karena diketahui bersama bahwa harga rumput laut kering sangat fluktuatif sepanjang tahun. Kondisi ini berdampak pada manajemen usaha mitra, dampak utamanya yaitu mitra tidak memiliki kepastian dalam pengelolaan finansial. Solusi dalam pemecahan masalah mitra ialah teknologi pembudidayaan rumput laut yang tepat waktu. Pembudidayaan harus mengikuti musim yang tepat dan benar. Hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu ditemukannya suatu model pembudidayaan rumput laut dalam hal ini tersedianya kalender teknik musim tanam rumput laut. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini yaitu pembinaan dan pendampingan pada masyarakat Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Pembinaan dan pendampingan yang akan dilakukan untuk menangani beberapa masalah prioritas, yaitu: 1) Penyuluhan, 2) Pelatihan, 3) Pendampingan, dan 4) Evaluasi. Tujuan yang ingin dicapai dari usulan PKM ini yaitu: 1) Mengembangkan kelompok pembudidaya rumput laut yang mandiri secara ekonomi; 2) Meningkatkan keterampilan mitra agar dapat meningkatkan produksi rumput laut; 3) Pemberdayaan masyarakat pesisir yang berbasis potensi perikanan laut. Pemberdayaan masyarakat yang dimaksud yaitu mitra diikutsertakan peran dan aspirasi yang selaras dengan pendayagunaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki. Target luaran wajib yang akan dicapai ialah: 1) Publikasi pada jurnal ilmiah berISSN, dan pada media massa; 2) Peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pengembangan potensi sumber daya perairan laut; 3) Pemahaman mitra dalam melakukan kegiatan pengembangan kawasan budi daya rumput laut.

Kata Kunci: rumput laut, kalender tanam, manajemen usaha, Desa Rinondoran.

References

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Sam Ratulangi (LPPM UNSRAT), 2016. Rencana Induk Penelitian dan Rencana Strategis. Manado.

Mondoringin, L.J.J. 2005. Kajian Ekologi-Ekonomi Usaha Pembudidayaan Rumput Laut di Kawasan Terumbu Karang Pulau Nain Kabupaten Sulawesi Utara. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ngangi, E.L.A., G. S. Gerung, dan A. S. Wantasen. 2013. Implementasi dan evalusi proses manajemen budi daya rumput laut di Wilayah Minahasa. Laporan Akhir Penprinas MP3EI Tahun 1. LPPM UNSRAT_DITJEN.DIKTI. Manado.

Ngangi, E.L.A. 2015. Analisis Efisiensi Budidaya Rumput Laut Menggunakan Metode DEA. J. Forum Pasca Sarjana IPB. 36(3)/2013.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Gerung, G., Ngangi , E. L. A., & Pelle, W. (2025). Increasing Seaweed Production in Fishing Communities on the North Minahasa Coast. Jurnal Ilmiah PLATAX, 13(2), 422–428. https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.63714

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>