Analysis of the Welfare Level of Fishing Communities Based on Fishing Gear in Bitung City
DOI:
https://doi.org/10.35800/jip.v14i2.68344Keywords:
fishermen’s welfare, fishing gear, correspondence analysis, dendrogram, Bitung CityAbstract
This study aimed to analyze the welfare level of fishing communities in Bitung City based on district distribution and the types of fishing gear used. The research was conducted in eight districts of Bitung City, North Sulawesi Province, namely Ranowulu, Matuari, Girian, Madidir, Maesa, Aertembaga, South Lembeh, and North Lembeh, from October 2025 to March 2026. A total of 100 fishermen were selected as respondents using a purposive sampling method. Data were collected through interviews, field observations, and questionnaires, and were analyzed using descriptive analysis, correspondence analysis, and hierarchical cluster analysis (dendrogram). The results showed that the welfare level of fishermen in Bitung City was generally categorized as moderate to high. A total of 53% of respondents were classified as Prosperous Family III Plus (KS III+), 21% as Prosperous Family III (KS III), 19% as Prosperous Family II (KS II), and 7% as Prosperous Family I (KS I), while no respondents were categorized as Pre-Prosperous Families. Based on district distribution, Aertembaga District had the highest proportion of KS III+ households and exhibited welfare characteristics distinct from other districts. In terms of fishing gear, pancing noru and purse seine were the most widely used fishing gears and contributed the largest number of fishermen in the KS III+ category. Correspondence analysis revealed an association between fishermen’s welfare levels, district distribution, and fishing gear types. Hierarchical cluster analysis identified Aertembaga as a separate cluster, while pancing noru formed a distinct cluster from other fishing gears. The findings indicate that fishermen’s welfare is influenced by a combination of regional factors, fishing gear characteristics, and the socio-economic conditions of fishing households.
Keywords: fishermen’s welfare, fishing gear, correspondence analysis, dendrogram, Bitung City
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Bitung berdasarkan sebaran wilayah kecamatan dan jenis alat tangkap yang digunakan. Penelitian dilaksanakan di delapan kecamatan di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Ranowulu, Matuari, Girian, Madidir, Maesa, Aertembaga, Lembeh Selatan, dan Lembeh Utara pada periode Oktober 2025–Maret 2026. Sampel penelitian terdiri atas 100 nelayan yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis korespondensi, dan analisis klaster hirarki (dendrogram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan di Kota Bitung secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi. Sebanyak 53% responden termasuk dalam kategori Keluarga Sejahtera III Plus (KS III+), 21% Keluarga Sejahtera III, 19% Keluarga Sejahtera II, dan 7% Keluarga Sejahtera I, tanpa ditemukan keluarga Pra Sejahtera. Berdasarkan wilayah, Kecamatan Aertembaga memiliki proporsi KS III+ tertinggi dan menunjukkan karakteristik kesejahteraan yang berbeda dibandingkan kecamatan lainnya. Berdasarkan jenis alat tangkap, pancing noru dan pukat cincin merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan serta memberikan kontribusi terbesar terhadap jumlah nelayan pada kategori KS III+. Hasil analisis korespondensi menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kesejahteraan dengan wilayah kecamatan dan jenis alat tangkap. Analisis dendrogram mengelompokkan Aertembaga sebagai klaster tersendiri, sedangkan pada jenis alat tangkap, pancing noru membentuk klaster yang berbeda dari alat tangkap lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahteraan nelayan dipengaruhi oleh kombinasi faktor wilayah, alat tangkap, dan karakteristik sosial ekonomi rumah tangga nelayan.
Kata kunci: kesejahteraan nelayan, alat tangkap, analisis korespondensi, dendrogram, Kota Bitung
References
Adityarini, S., Arisyanto, & Pramonowibowo. (2012). Pengaruh penggunaan perbedaan konstruksi mata pancing dan jenis umpan pada pancing ulur terhadap hasil tangkapan di kawasan zona pemanfaatan perikanan tradisional Taman Nasional Karimunjawa. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 1(1), 97-107.
Alfair, F. N., Sunimbar, & Rahmawati, A. (2025). Analisis potensi sumber daya perikanan dalam menunjang kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir Pantai Namosain Kupang. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 9(2), 190–199. https://doi.org/10.29408/geodika.v9i2.29994
Bahari, R., et al. (2024). Pengaruh jenis alat tangkap terhadap efisiensi operasi dan pendapatan nelayan. Jurnal Perikanan dan Kelautan.
Baskoro, M. S., & Yusfiandayani, R. (2017). Metode Penangkapan Ikan. Bogor: IPB Press.
BKKBN. (2023). Indikator dan Tahapan Kesejahteraan Keluarga. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
BPS Kota Bitung. (2025). Kota Bitung dalam Angka 2025. Bitung: Badan Pusat Statistik Kota Bitung.
Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (2004). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita.
Fauzi, A. (2010). Ekonomi Perikanan: Teori, Kebijakan, dan Pengelolaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
KKP. (2021). Pengelolaan Perikanan Tangkap Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kusnadi. (2002). Konflik Sosial Nelayan: Kemiskinan dan Perebutan Sumber Daya Perikanan. Yogyakarta: LKiS.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Lebart, L., Morineau, A., & Warwick, K. M. (1982). Multivariate Descriptive Statistical Analysis. New York: John Wiley & Sons.
Najamuddin, & Yahya. (2010). Teknologi alat tangkap pukat pantai dan pengoperasiannya. Jurnal Teknologi Perikanan.
Nikijuluw, V. P. H. (2002). Rezim Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Jakarta: Pustaka Cidesindo.
Rosyidah, I. N., Farid, A., & Arisandi, A. (2009). Efektivitas alat tangkap mini purse seine menggunakan sumber cahaya berbeda terhadap hasil tangkap ikan kembung. Jurnal Kelautan, 2(1), 50-56.
Sompie, M. S. (2014). Kondisi wilayah pesisir dan pengembangan perikanan di Kota Bitung. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan.
Sudirman, & Mallawa, A. (2012). Teknik Penangkapan Ikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiharto, E. (2014). Studi tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan berdasarkan indikator tipologi desa di Bontang Kuala Kecamatan Bontang Utara. Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis, 1(1), 9–29. https://doi.org/10.30872/jppa.v1i1.190
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suherman, A. (2025). Governance transformation of Indonesian capture fisheries: implications for small-scale fishers. Marine Policy, 168, 107256.
Suryadi, A. M., & Sufi, S. (2019). Strategi pemberdayaan masyarakat nelayan dalam peningkatan kesejahteraan nelayan. Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 2(2), 118.
Tifa, M. (2021). Analisis Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Kelurahan Untia. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Whining Purnadwiyanti, Florence V. Longdong, Lawrence J. L. Lumingas, Victoria E. N. Manoppo, Grevo. S. Gerung, Andie Murtono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).


































