Metode penangkapan lalat pada kuda di Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso Barat

Authors

  • S.H. Turangan Fakultas Peternakan Unsrat
  • L.R. Ngangi Fakultas Peternakan Unsrat
  • C.K.M. Palar Fakultas Peternakan Unsrat

DOI:

https://doi.org/10.35792/zot.46.1.2026.64660

Abstract

Lalat merupakan serangga ektoparasit yang mengganggu aktivitas ternak kuda serta berpotensi menularkan berbagai penyakit melalui gigitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa metode penangkapan lalat pada kuda di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa. Penelitian dilaksanakan pada Maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode penangkapan langsung dan tidak langsung. Lokasi pengamatan meliputi kandang dan padang penggembalaan (umbaran) di Bendang Stable, Miranda Stable, Eclipse Stable, dan peternak rakyat. Pengamatan dilakukan sekali dalam seminggu pada dua lokasi pemeliharaan, yaitu kandang dan padang penggembalaan (umbaran). Hasil penelitian menunjukkan metode penangkapan lalat menggunaan serbuk umpan merupakan metode paling efektif untuk menangkap lalat rumah (Musca domestica) dan lalat kandang (Stomoxys calcitrans), sementara jaring penangkap menjadi alat vital untuk mengoleksi lalat kuda (Tabanus sp.) dan lalat tanduk (Haematobia sp.) yang memiliki mobilitas tinggi. Aktivitas puncak lalat penghisap darah seperti Stomoxys calcitrans terjadi pada pagi hari, jam 08.00- 11.00 sedangkan lalat lainnya lebih dominan pada siang hari 12.00- 15.00, dengan tingkat kepadatan tertinggi ditemukan di area peternak rakyat akibat manajemen sanitasi yang kurang optimal. Secara keseluruhan, keberhasilan pengendalian lalat di Desa Pinabetengan bergantung pada ketepatan pemilihan perangkap yang disesuaikan dengan karakteristik biologis dan waktu aktivitas spesifik dari masing-masing spesies tersebut.

Kata kunci: Lalat, Metode, Penangkapan, Kuda, Pinabetengan

Downloads

Published

2026-02-21

Issue

Section

Articles