Hubungan Karakteristik Sistem Sosial Petani Dengan Pengembangan Sapi Potong Di Desa Tempok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35792/zot.46.1.2026.65486Abstract
Desa Tempok, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan usaha sapi potong, terutama jenis Peranakan Ongole (PO), namun masih menghadapi kendala seperti rendahnya produktivitas ternak, minimnya adopsi teknologi, serta lemahnya peran kelembagaan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sistem sosial petani dengan pengembangan usaha sapi potong di Desa Tempok. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara variabel sosial (umur, pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga, partisipasi kelompok, dan akses informasi) dengan tingkat pengembangan usaha sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (0,642), pengalaman beternak (0,745), partisipasi dalam kelompok peternak, serta akses terhadap informasi atau penyuluhan (0,827) memiliki hubungan yang kuat hingga sangat kuat terhadap pengembangan usaha sapi potong, sedangkan umur (-0,022) dan jumlah tanggungan keluarga (-0,080) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Kata Kunci: Sistem Sosial Petani, Sapi Potong, Spearman Rank, Pengembangan Usaha
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 C.Y Nelwan, S.O.B Lombogia, G.D Lenzun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemegang hak cipta adalah penulis



