DETERMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP TINGKAT PENYERAPAN TENAGA KERJA SERTA KEMISKINAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE DAN KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

Robby J. Kumaat

Abstract


Salah satu sasaran pembangunan nasional adalah menurunkan tingkat kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja untuk itu pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat seimbang jangan ada kesejangan antar daerah yang tidak meratanya perhatian pemerintah ketiap-tiap daerah. Negara Indonesia bertujuan untuk memajukan dan meningkat kesejahteraan rakyat, oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Perencanaan merupakan sebuah upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi yang bersifat akumulatif, artinya, perubahan yang terjadi pada sebuah keseimbangan awal dapat menyebabkan perubahan pada sistem sosial yang kemudian akan membawa sistem yang ada menjauhi keseimbangan semula. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh determinan pertumbuhan ekonomi dan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja serta kemiskinan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian di Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukan bahwa belanja langsung berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro belanja langsung berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian di Kabupaten Kepulauan sangihe menunjukan bahwa belanja langsung berpengaruh positif terhadap penyerapatan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro belanja langsung berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negative terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian di Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukan bahwa belanja langsung berpengaruh negatif terhadap kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro belanja langsung dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap kemiskinan.


Full Text:

PDF

References


Arsyad, L. 2010. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Nugroho, H. 1995. “Kemiskinan, Ketimpangan dan Pemberdayaan, dalam Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia”. Yogyakarta: Aditya Media.

Nasir, dkk. (2008), “Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Rumah Tangga Di Kabupaten Purworejo” Jurnal Ekskutif. Vol. 5 No. 4.

Rutherford, Robert D dan Minja Kim Choe. (1993). Statistical Model For Causal Analysis. New York: John Wiley & Sons.Inc

Simanjuntak, P. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia, FE UI: Jakarta

Sumarsono, S. 2009. Ekonomi Sumber Daya Manusia Teori dan Kebijakan Publik. .Jogyakarta: Graha Ilmu.

Suryawati. 2004. Teori Ekonomi Mikro. UPP. AMP YKPN. Yogyakarta: Jarnasy.

Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta

Sianturi, S. M T. 2011. Analisis adeterminan Jumlah Penduduk MiskinProvinsi Sumatera. Thesis. Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Tambunan, T. 2001. Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuanempiris.CetakanKedua.Jakarta.

Todaro. M.P., dan Smith. S.C. 2012. “Pembangunan Ekonomi”, Edisi Sebelas. Jakarta: Erlangga

Webley, P., dan Lea. S. 1997. Path Analysis. Exeter, UK: Depertment of Psychology, University of Exeter.

Wongdeswati. 2014. “Pertumbuhan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan di Indonesia: Analisis Ekonometrika”




DOI: https://doi.org/10.35794/jmbi.v7i3.30298

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

index by: 

Google Scholar

 

Portal Garuda 

 

 

 

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.