Eel Fish Meal (Anguilla sp) As Raw Material for Food Processing

Authors

  • Jalongga Seru Universitas Sam Ratulangi
  • Henny Adeleida Dien Universitas Sam Ratulangi
  • Jenki Pongoh Universitas Sam Ratulangi
  • Joyce Christina V Panelewen Universitas Sam Ratulangi
  • Lita Adonia Diana Y. Montolalu Universitas Sam Ratulangi
  • Helen Jenny Lohoo Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35800/jpkt.v12i2.50942

Keywords:

Eel fish meal;, oven drying;, sun drying;, moisture content;, color test;

Abstract

The distribution of eels covers almost all of Indonesia, especially areas such as Central Sulawesi and North Sulawesi. The purpose of this study was to determine the amount of yield in eel flour, determine the water content of eel flour and test the color of eel flour using a spectrophotometer  UV-VIS. The method used is exploratory method and uses a simple completely randomized design (CRD) with 2 repetitions. The results of the analysis of the yield of eel flour in the first collection with the sun drying treatment ranged from 6.1% - 7.8% and the oven drying treatment ranged from 3.7% - 5.7%. In the second sampling, the sun drying treatment ranged from 3.1% - 6.7% and the oven drying treatment ranged from 2.8% - 6.1%. The results of the analysis of the water content of eel flour in the first collection with the sun drying treatment ranged from 10.4% - 13.1% and the oven drying treatment ranged from 10% - 12.3%. In the second sampling, the sun drying treatment ranged from 9.7% - 10.7% and the oven drying treatment ranged from 8.2% - 13.3%. The results of the analysis of the color test of eel flour in the first sampling with the sun drying treatment ranged from 22.45% - 31.95% and the oven drying treatment ranged from 34.1% - 44.95%, while in the second sampling with the Sun drying ranged from 26.05% - 71.55% and oven drying treatment ranged from 18.3% - 65.55%.

Keywords: Eel fish meal, oven drying, sun drying, yield, moisture content, color test

 

ABSTRAK

Sebaran  ikan  sidat meliputi hampir  seluruh Indonesia, khususnya  daerah seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui banyaknya rendeman pada tepung ikan sidat, mengetahui kadar air tepung ikan sidat dan uji warna tepung ikan sidat menggunakan alat spektrofotometer UV-VIS.  Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana dengan ulangan sebanyak 2 kali. Hasil analisis rendemen tepung ikan sidat pada pengambilan pertama dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 6,1% - 7,8% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 3,7% - 5,7%. Pada pengambilan sampel kedua dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 3,1% -  6,7 % dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 2,8% - 6,1%. Hasil analisis kadar air tepung ikan sidat pada pengambilan pertama dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 10,4% - 13,1% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 10% - 12,3%. Pada pengambilan sampel kedua dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 9,7% - 10,7% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 8,2% - 13,3%. Hasil analisis uji warna tepung ikan sidat pada pengambilan pertama dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 22,45% - 31,95% dan perlakuan pengeringan oven berkisar, yaitu 34,1% - 44,95%, sedangkan pada pengambilan sampel kedua dengan perlakuan pengeringan matahari berkisar, yaitu 26,05% - 71,55% dan perlakuan pengeringan oven berkisar 18,3% - 65,55%.

Kata kunci: Tepung ikan sidat, pengeringan oven, pengeringan matahari, rendemen, kadar air, uji warna

References

Aulia, R. E., Kusmiati, A., & Hapsari, T. D. (2020). Analisis pendapatan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan sidat di desa Kraton Kecamatan Yoso wilangun Kabupaten Lumajang. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis,16 (2), 99. https://doi.org/10.20961/sepa.v16i2.27350.

Anggriani, A. N., Pujaningsih, R. I., & Sumarsih, S. (2019). Pengaruh Perbedaan Metode Pengolahan dan Level Pemberian Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Kualitas Organoleptik Tepung Ikan Rucah. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14 (3), 282–291. https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.3.282-291

E. Safitri, A. D. Anggo, and L. Rianingsih, "Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Terhadap Kualitas Dan Daya Terima Fish Flakes," Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, vol. 5, no. 1, pp. 52-61, Jun. 2023.

Harris, H., Efreza, D.,dan I. Nafsiyah, 2012. “Potensi Pendirian Pabrik Pengolahan Tepung Ikan Skala Home Industri dari Limbah Ikan Hasil Pengolahan Makanan Tradisional Khas Palembang”. Jurnal Pembangunan Manusia, 6 (3): 291-305.

I. L. Ardian, L. D. Puspareni, A. Fauziyah, and I. M. B. Ilmi, "Analisis kandungan gizi dan daya terima cookies berbahan dasar tepung bekatul dan tepung ikan tuna untuk balita gizi kurang," Journal of Nutrition College, vol. 11, no. 1, pp. 42-50, Jan. 2022. https://doi.org/10.14710/jnc.v11i1.31177

Kamsuri A. 2013. Kelayakan Lokasi Budidaya Ikan di Danau Tondano Ditinjau Dari Parameter Fisika Kimia Air. e-Journal Budidaya Perairan1(3):31–42

MSPIPB. (2017, February 23). Sidat, Terkenal di Asia Tidak Terkenal di Indonesia. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. http://msp.fpik.ipb.ac.id/sidat-terkenal-di-asia-tidak-terkenal-di-indonesia

Nijman, V. (2015). CITES-listings, EU eel trade bans and the increase of export of tropical eels out of Indonesia. Marine Policy, 58, 36–41. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2015.04.006

Nilmalasari, M., & Asih, E. R. (2018). Daya Terima Kue Kering Sagu Dengan Substitusi Tepung Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus). JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan, 6(1). https://doi.org/10.36929/jpk.v6i1.67

Reni T.C, Stephanie B. & Leny T.N.G. (2020). Karakteristik ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides) dan potensinya sebagai tepung ikan. Teknologi Pangan, 2 (11), 182-191.

Sumarto, S. (2022). Penerapan Inovasi Tepung Ikan Biang (Ilisha elongata) pada Pengolahan Biskuit Fungsional Sebagai Produk Pangan untuk Penanganan Stunting. Journal of Rural and Urban Community Empowerment, 4(1), 9-18

Wayan W, Syafika A, Ronaldy N. (2018). Analisis Karakteristik Kimia Dan Sifat Organoleptik Tepung Ikan Gabus Sebagai Bahan Dasar olahan pangan. Program Studi DIII Farmasi AKFAR Medika Nusantara palu.

Wardani, D. P., Liviawaty, E., & Junianto. (2012). Fortifikasi Tepung Tulang Tuna sebagai Sumber Kalsium terhadap Tingkat Kesukaan Donat. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 3(4), 41–50.

Widyasari RHE, Kusharto CM, Wiryawan B, Wiyono ES, Suseno SH. 2013. Pemanfaatan limbah ikan sidat Indonesia (Anguilla bicolor) sebagai tepung pada industry pengolahan ikan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Gizi dan Pangan. 8(3):215-220.

Yusman I.J & Abd.r. (2018). Analisis kandungan gizi makro pada ikan duo (penja) hitam dan putih sebagai pangan lokal Kota Palu. Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2 (1). 31-38.

Downloads

Published

2024-01-05

How to Cite

Seru, J., Dien, H. A., Pongoh, J., Panelewen, J. C. V., Montolalu, L. A. D. Y., & Lohoo, H. J. (2024). Eel Fish Meal (Anguilla sp) As Raw Material for Food Processing. JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS, 12(2), 44–51. https://doi.org/10.35800/jpkt.v12i2.50942

Most read articles by the same author(s)