Review Article Using Fish Bones For Glue (Adhesive)

Penulis

  • Trisna Rosa Amanda Universitas Padjadjaran
  • Junianto Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.35800/jpkt.v13i1.52197

Kata Kunci:

adhesive strength, viscosity, water content, extraction, acetic acid

Abstrak

Apart from being a food/consumer ingredient, fish is also an industrial raw material. In the development of the fishery product processing industry, waste by-products will inevitably be left behind. Waste that is not treated immediately will cause environmental pollution, besides that it will become a source of microbial growth which can harm the body's health. One of the fishery wastes can be fish bones. Efforts to utilize fish bones are processed into fish adhesive/glue. The purpose of this review article is to provide information on the procedure for making glue from fish bones and the characteristics of the glue/adhesive it produces. The method used is by reviewing various national and international journals from 2005 to 2023 regarding the use of fish bone waste as a material for making glue (adhesive). Based on the results of the review, it can be concluded that the procedure for making glue from fish bones consists of the stages of cutting and washing the bones, the extraction process with the acetic acid solution at a temperature of 60 -70oC for 4 - 5 hours, the cooling and filtering process and finally the concentration of the extracted solution. The characteristics of glue from different types of fish bone raw materials did not show significant differences in terms of adhesive strength, wood surface damage, viscosity, poise, and water content.

Keywords: adhesive strength, viscosity, water content, extraction, acetic acidAbstrak

Abstrak

Selain menjadi bahan pangan/konsumsi, ikan juga sebagai bahan baku industri. Dalam perkembangan industri pengolahan hasil perikanan pasti akan menyisakan hasil samping limbah. Limbah yang tidak segera ditangani akan menimbulkan pencemaran lingkungan, selain itu akan menjadi sumber pertumbuhan mikroba yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Salah satu limbah perikanan dapat berupa tulang ikan. Upaya dari pemanfaatan tulang ikan adalah diolah menjadi perekat/lem ikan (fish glue).  Tujuan artikel review ini adalah untuk menginformasikan prosedur pembuatan lem dari tulang ikan dan karakteristik lem/perekat yang dihasilkannya. Metode yang digunakan yaitu dengan menelaah dari berbagai jurnal nasional dan internasional dari tahun 2005 sampai 2023 mengenai pemanfaatan limbah tulang ikan sebagai bahan pembuatan lem (perekat).  Berdasarkan hasil review dapat disimpulkan bahwa prosedur pembuatan lem dari tulang ikan terdiri dari tahapan pemotongan dan pencucian tulang, proses ekstraksi dengan larutan asam asetat pada suhu 60 -70oC selama 4 - 5 jam, proses pendingin dan penyaringan dan terakhir pemekatan larutan hasil ekstraksi.  Karakteristik lem dari bahan baku tulang ikan jenis yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dilihat dari keteguhan rekat, kerusakan permukaan kayu, viskositas, poise, dan kadar air.

Kata Kunci: keteguhan rekat, viskositas, kadar air, ekstraksi, asam asetat

Biografi Penulis

Junianto, Universitas Padjadjaran

Departemen Perikanan, Unpad

Referensi

Aji, G.I., Darmanto, Y.S., Kurniasih, R.A. 2018. Perbandingan Kualitas Lem Ikan Dari Tiga Jenis Tulang Ikan Yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Teknosains. 4(1): 56-61.

Hanafiah, K.A. 2005. Rancangan Percobaan. PT Raja Grafindo Persaja. Jakarta. 238p

Handoko, T., Rusli, S.O., Sandy, I. 2011. Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Asam, Temperatur Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Karakteristik Fish Glue Dari Limbah Ikan Tenggiri. Reaktor. 13(4): 237-241.

Haryati, S., Munandar, A. 2012. Penerapan Konsep Zero Waste Pada Pengolahan Abon Ikan Bandeng (Chanos chanos). J. Perikanan dan Kelautan. 2(2): 127-130.

Nugroho, I.T., Darmanto, Y.S., Amalia, U. 2015. Perbandingan Kualitas Lem Berbahan Baku Tulang Ikan Dari Tiga Jenis Ikan Laut Yang Berbeda. Jurnal Saintek Perikanan. 11(1): 72-77.

Rohmah, D.Y.N., Darmanto, Y.S., Amalia, U. 2015. Karakteristik Lem Dari Tulang Ikan dengan Habitat yang Berbeda (Payau, Tawar, Laut). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 4(2): 11-16.

Romadhon, Darmanto Y.S, Kurniasih R.A. 2019. Karakteristik kolagen dari tulang, kulit, dan sisik ikan nila. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 22(2): 403-410.

Sahara. 2019. Uji Kuat Tekan Dan Daya Serap Air Pada Batako Dengan Penambahan Limbah Tulang Ikan. Jurnal Fisika dan Terapannya. 6(2): 140-147.

Sulistyanto, E.P., Darmanto, Y.S., Amalia, U. 2015. Karakteristik Lem Ikan Dari Tiga Jenis Ikan Laut Yang Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 7(1): 23-31.

Wahyuningsih, M., Soeryono, Soedarsono. 1991. Laporan Penelitian Pemanfaatan Limbah Padat Industri Penyamakan Kulit untuk Glue. BPPI. Semarang.

Diterbitkan

2024-04-26

Cara Mengutip

Amanda, T. R., & Junianto. (2024). Review Article Using Fish Bones For Glue (Adhesive). JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS, 13(1), 1–5. https://doi.org/10.35800/jpkt.v13i1.52197