ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Authors

  • Dimas Fajar Satrio Universitas Nasional
  • Kumba Digdowiseiso Universitas Nasional

DOI:

https://doi.org/10.35794/jmbi.v10i2.50301

Abstract

Abstract. This study tries to analyze the financial performance of regional governments after fiscal decentralization by analyzing the financial ratios in the regional budget realization reports for 17 districts / cities in Southeast Sulawesi for the 2015-2018 period. The measurement results show that the ratio of fiscal decentralization is still very low below 20%, financial dependence on the central government is also very high followed by ineffective PAD management. The findings indicate that in general the existence of fiscal decentralization does not encourage regional independence, especially in districts / cities in Southeast Sulawesi.

 

References

Aswarodi. (2001). Analisis Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Sebelum dan Setelah Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 di Kabupaten Lampung Selatan, Bunga Rampai Manajemn Keuangan Daerah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Davey, K. (1982). Pembiayaan Pemerintah Daerah: Praktek-praktek Internasional dan Relevansinya Bagi Dunia Ketiga. Jakarta: UI-Press.

Digdowiseiso, K. (2016). Governance, Fiscal Decentralization, And Growth In Indonesia. Populis, 1-18.

Elia, R. (1997). Otonomi Keuangan Daerah Tingkat II Suatu Studi di Maluku. Prisma, 39-50.

Fadli, & Faisal. (2014). Analysis of Direct and Indirect Effect of Fiscal:Case Study Provinces in east and west Indonesia year 2006-1012. Journal of Economics and Sustainable Development, 45-55.

Halim, a. (2002). Akuntansi ektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A., & Abdullah, S. (2006). Hubungan dan Masalah Keagenan di Pemerintah Daerah. Jurnal Akuntansi Pemerintahan, 53-64.

Indramawan, D. (2018). Impact of Financial Performance of Local Government on Human Development Index in Papua. Simposium Naisional Keuangan Negara, 1247-1272

Karamoy, H., & Tulung, J. E. (2020). The Effect of Banking Risk on Indonesian Regional Development Bank. Banks and Bank Systems, 15(2), 130-137

Mahmudi. (2016). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. UPP STIM.

Mahsun, M. (2006). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik (Edisi Terbaru). ANDI.

Mojambo, G. A., Tulung, J. E., & Saerang, R. T. (2020). The Influence of Top Management Team (TMT) Characteristics Toward Indonesian Banks Financial Performance During the Digital Era (2014-2018). JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi)., 7(1).

Muda, I., & Naibaho, R. (2018). Variables Influencing Allocation of Capital Expenditure in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 126, 1315-1755.

Musgrave, R., & Musgrave, P. (1989). Public Finance In Theory and Practice, Fifth Edition. USA: Mc Graw Hill.

Oentarto, S. M. (2004). Perumusan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah. Seminar Nasional Pengukuran Kinerja Pemerintah Daerah. Yogyakarta: UAD Press.

Olivia, G. (2018). Menkeu: Ketergantungan APBD pada Dana Transfer Daerah Sangat Tinggi. Retrieved from Kontan.Co.Id.: https://nasional.kontan.co.id/news/menkeu-ketergantungan-apbd-pada-dana-transfer-daerah-sangat-tinggi

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

UGM, F. (1991). Pengukuran Kemampuan Keuangan Daerah dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah yang Nyata dan Bertanggung Jawab. Laporan Akhir Penelitian.

Downloads

Published

2023-07-30

How to Cite

Satrio, D. F., & Digdowiseiso, K. (2023). ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGGARA . JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi)., 10(2), 991–1010. https://doi.org/10.35794/jmbi.v10i2.50301

Most read articles by the same author(s)