Karakteristik Fisik dan Mekanik Edible Film Hidrokoloid dari Kombinasi Karagenan dan Gelatin Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus albacares)

Authors

  • Jarris Rembrant Batteaux Mailuas Mahasiswa
  • Feny Mentang Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi
  • Wilmy E. Pelle Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi
  • Roike I. Montolalu Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi
  • Rose O. S. E. Mantiri Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi
  • Markus T. Lasut Program Studi Ilmu Perairan, Program Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35800/mthp.14.2.2026.68395

Abstract

Ketergantungan pada plastik sintetis mendorong pengembangan kemasan ramah lingkungan seperti edible film.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh formulasi kombinasi karagenan (polisakarida) dan gelatin tulang ikan tuna (protein) terhadap karakteristik fisik dan mekanik edible film. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi rasio kombinasi karagenan berbanding gelatin (A0=4:0, A1B1=3:1, A2B2=2:2, A3B3=1:3, dan B0=0:4 b/b).  Parameter yang diuji meliputi karakteristik fisik (ketebalan, laju transmisi uap air) serta karakteristik mekanik (kuat tarik, dan persen pemanjangan).  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kombinasi karagenan dan gelatin tulang ikan tuna berpengaruh nyata terhadap nilai kuat tarik dan laju transmisi uap air edible film, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai ketebalan dan persen pemanjangan. Peningkatan konsentrasi gelatin pada perlakuan A0 sampai B0 berturut-turut cenderung menurunkan nilai ketebalan dan meningkatkan nilai laju transmisi uap air. Nilai kuat tarik dan persen pemanjangan tertinggi pada konsentrasi seimbang (A2B2), tetapi menurun seiring dengan didominasi konsentrasi gelatin (A3B3 sampai B0). Karakteristik terbaik edible film dicapai oleh formulasi A2B2 (2% gelatin tulang ikan tuna dan 2% karagenan) dengan nilai ketebalan 0,168 mm, kuat tarik sebesar 25,76 N/mm2, persen pemanjangan sebesar 41,65%, dan laju transmisi uap air (WVTR) 28,79 g/jam.m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi karagenan dan gelatin secara seimbang mampu meningkatkan kekuatan dan elastisitas edible film.

Downloads

Published

08/04/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Karakteristik Fisik dan Mekanik Edible Film Hidrokoloid dari Kombinasi Karagenan dan Gelatin Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus albacares). (2026). Media Teknologi Hasil Perikanan, 14(2), 81-90. https://doi.org/10.35800/mthp.14.2.2026.68395

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>