Analysis of Water Quality as an Indicator of Tourism Feasibility in the Waters of Batu Angus, Bitung City
DOI:
https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.62703Keywords:
ecotourism, tourism feasibility, water quality, marine tourism, Batu Angus, physical-chemical parametersAbstract
Coastal area have great potential for the development of marine tourism; however, their viability highly depends on environmental quality, particularly water quality. This study aims to analyze the physical and chemical parameters of water quality as indicators of tourism feasibility in the Batu Angus coastal area, Bitung City, North Sulawesi. Data collection was conducted at three representative sampling points using a descriptive quantitative approach, with parameters including temperature, water clarity, pH, salinity, dissolved oxygen (DO), ammonia, and visual observations of waste presence, oil films, and odors. The measurement results show that all parameters are within the seawater quality standards for tourism based on Government Regulation No. 22 of 2021. Temperature ranged from 29.05–29.17 °C, clarity reached up to 9 m, pH ranged from 7.85–8.11, salinity from 32.93–33.28 ppt, DO from 8.47–9.16 mg/L, and ammonia levels were very low (<LOD–0.005 mg/L). No signs of visual pollution, such as waste, oil layers, or odor, were detected. Based on these findings, the Batu Angus coastal waters are deemed suitable for development as a marine tourism destination. This study recommends sustainable management through regular water quality monitoring and an ecotourism approach to maintain marine environmental quality.
Keywords: water quality, marine tourism, Batu Angus, physical-chemical parameters, tourism feasibility, ecotourism.
Abstrak
Perairan pesisir memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata bahari, namun kelayakannya sangat bergantung pada kualitas lingkungan, khususnya kualitas air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisik dan kimia kualitas air sebagai indikator kelayakan wisata di kawasan perairan Batu Angus, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pengumpulan data dilakukan pada tiga titik representatif menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan parameter yang meliputi suhu, kecerahan, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), amonia, serta pengamatan visual terhadap keberadaan sampah, lapisan minyak, dan bau. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh parameter berada dalam kisaran baku mutu air laut kategori wisata berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Suhu berkisar antara 29,05–29,17 °C, kecerahan mencapai 9 m, pH berkisar antara 7,85-8,11, salinitas berkisar antara 32,93-33,28 ppt, DO berkisar antara 8,47–9,16 mg/L, dan kadar amonia sangat rendah (<LOD–0,005 mg/L). Tidak ditemukan indikasi pencemaran visual seperti sampah, lapisan minyak serta bau. Berdasarkan hasil tersebut, perairan Batu Angus dinyatakan layak untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan berkelanjutan melalui pemantauan kualitas air secara berkala dan pendekatan ekowisata untuk menjaga kualitas lingkungan laut.
Kata kunci: kualitas air, wisata bahari, Batu Angus, parameter fisik-kimia, kelayakan wisata, ekowisata
References
APHA (American Public Health Association). (2017). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (23rd ed.). Washington, D.C.: American Public Health Association.
Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.
Fauziyah, N., Subandiyono, & Rahayu, N. (2020). Analisis Kadar Amonia dan Dampaknya terhadap Kualitas Air di Perairan Pesisir. Jurnal Akuatika, 11(1), 14–22.
Hadi, T. A., Suryono, E., & Yuliana, E. (2019). Pengaruh Kecerahan Perairan terhadap Produktivitas Primer di Ekosistem Terumbu Karang. Jurnal Ilmu Kelautan, 24(2), 89–97.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: KLHK.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (2020). Pedoman Pengelolaan Destinasi Wisata Bahari Berkelanjutan. Jakarta: Kemenparekraf.
Lestari, D. A., Sutrisno, & Riyanto, B. (2019). Pengaruh Salinitas terhadap Struktur Komunitas Biota Laut di Perairan Tropis Indonesia. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 24(2), 75–83.
Maulana, R., & Dewi, K. A. (2021). Korelasi Parameter Kualitas Air dengan Tingkat Kepuasan Wisatawan di Kawasan Konservasi Bahari. Jurnal Pariwisata Bahari dan Rekreasi, 3(1), 45–52.
Nugroho, D., Lestari, N. D., & Hidayat, T. (2018). Analisis Kadar DO dan Kaitannya dengan Kesehatan Ekosistem Laut di Perairan Tropis. Jurnal Ilmu Kelautan Indonesia, 23(1), 47–54.
Nurhidayah, R., & Wahyuni, S. (2020). Analisis Parameter Kualitas Air Laut untuk Menilai Dampak Aktivitas Manusia di Wilayah Pesisir. Jurnal Kelautan Tropis, 23(2), 115–123.
Pratama, Y. R., & Suryani, L. (2021). Korelasi Kualitas Air terhadap Keanekaragaman Biota Laut di Kawasan Pesisir Wisata Bahari. Jurnal Ekologi Laut, 13(2), 102–110.
Rahardjo, P., & Nugroho, D. (2018). Pengaruh Parameter Fisika-Kimia Terhadap Keberlanjutan Ekosistem Laut di Kawasan Wisata Bahari. Jurnal Oseanografi Indonesia, 10(2), 101–110.
Sari, N. P., Santoso, H., & Lestari, I. (2020). Analisis Kualitas Perairan terhadap Keberadaan Terumbu Karang di Wilayah Pesisir Tropis Indonesia. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 22(1), 55–63.
Susanti, R., Hardika, I. G., & Nugroho, Y. (2018). Dampak Kebersihan Lingkungan Terhadap Kepuasan Wisatawan di Kawasan Pesisir. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 55–63.
Sutamihardja, R.T.M. (2005). Pengantar Ekologi Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
Syakti, A. D., Yustiati, A., & Siregar, A. (2018). Status Kualitas Air Laut Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Perairan Terumbu Karang Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 1–10.
Trisakti, B., Wibowo, A., & Rahardjo, T. (2017). Analisis Kualitas Air Laut sebagai Penunjang Pariwisata di Kawasan Pesisir. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 101–110.
Wibowo, S., & Setyawan, D. (2021). Hubungan Parameter Oseanografi terhadap Aktivitas Pariwisata Bahari di Kawasan Pesisir Tropis. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 11(1), 33–41.
Wulandari, D., & Setiawan, R. (2021). Evaluasi Kualitas Lingkungan dalam Pengelolaan Destinasi Ekowisata Pesisir. Jurnal Pengembangan Pariwisata, 13(1), 25–33.
Yuniarti, W., & Prakoso, R. D. (2019). Kualitas Perairan Laut Berdasarkan Parameter Amonia dan Kaitannya dengan Aktivitas Manusia di Sekitar Pesisir. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Kelautan, 8(2), 88–96
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahazia Imanuel Tampa, Yudishinta Missa, Desy Amalia Hidayati, Lebrina Ivantry Boikh, Rifka Liling Palinggi, Nikanor Hersal Harmos, Martina Ayu Sejati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).


































