Adaptation Strategies of Traditional Handline Fishermen to Coastal Reclamation in Sario District

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.65929

Keywords:

adaptation strategy, traditional fishermen, coastal reclamation, handline fishing, PESTEL analysis, SWOT analysis

Abstract

Coastal reclamation in Sario District since 1995 has affected the socioeconomic conditions of coastal communities, particularly handline fishermen. This study aims to identify the socioeconomic conditions of fishermen, analyze internal and external factors using PESTEL and SWOT analyses, and determine appropriate adaptation strategies. The research was conducted from August to November 2025 in three villages within Sario District using a descriptive qualitative and quantitative approach. Results show that fishermen are mostly of productive age with low education levels. Declining income due to distant fishing grounds has driven diversification into side jobs. The PESTEL analysis revealed impacts of reclamation, rising costs, and weak marketing, while SWOT placed fishermen in an aggressive strategy position with strong internal capacity but serious external threats. Adaptive strategies involve pursuing side jobs while preserving traditional fishing livelihoods.

Keywords: adaptation strategy; traditional fishermen; coastal reclamation; handline fishing; PESTEL analysis; SWOT analysis

Abstrak

Reklamasi pantai di Kecamatan Sario sejak 1995 berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan pancing ulur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi nelayan, menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan PESTEL dan SWOT, serta menentukan strategi adaptasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama Agustus–November 2025 di tiga kelurahan di Kecamatan Sario dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan nelayan didominasi usia produktif dan berpendidikan rendah. Penurunan pendapatan akibat jauhnya area tangkap mendorong diversifikasi pekerjaan. Analisis PESTEL mengungkap dampak reklamasi, biaya tinggi, dan lemahnya pemasaran, sementara SWOT menempatkan nelayan pada strategi agresif dengan kekuatan internal baik namun menghadapi ancaman eksternal. Strategi adaptasi dilakukan melalui pekerjaan sampingan tanpa meninggalkan profesi tradisional.

Kata kunci: strategi adaptasi; nelayan tradisional; reklamasi pantai; pancing ulur; analisis PESTEL; analisis SWOT

References

Ariani, L. (2019). Analisis Pola Persebaran Mall di Jakarta Pusat. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 7(2), 45–56.

Badan Pusat Statistik. (2024). Pedoman Pengelompokan Umur Penduduk: Usia Produktif dan Tidak Produktif. (BPS menetapkan umur produktif 15–64 tahun).

David, F. 2019. Manajemen Strategis: Konsep dan Kasus. Jakarta: Salemba Empat.

Diena, M. Y. (2015). Strategi adaptasi nelayan tradisional untuk ketahanan ekonomi keluarga (Studi kasus di Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang) [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].

Dewi, S., Syarifuddin., Hakim, L. D. R. Strategi Adaptasi Nelayan Pada Kegiatan Melaut Dalam Menghadapi Perubahan Iklim. roceeding Seminar Nasional Mahasiswa Sosiologi Vol. 3 (1) 2025. Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram

Ekadianti, R. (2014). Kajian hukum terhadap perlindungan hukum bagi nelayan kecil menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Gay, L. R. & Diehl, P.L. (1992). Research Methods for Business and Management. New York: Macmillan

Istichanah. (2022). Analisis Pestel dan SWOT sebagai dasar perumusan strategi pada PT. Asrinda Arthasangga Reinsurance Brokers. ARBITRASE Journal of Economics and Accounting, 3(2), 383-393. https://doi.org/10.47065/arbitrase.v3i2.520

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2023). Statistik perikanan tangkap Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Koesharijadi. (2022). Strategic analysis tools. Bahan Ajar Kuliah. Mitra Indonesia Press.

Lubis, A. (2024). Hubungan budaya nelayan terhadap perekonomian dan ekosistem laut di Pantai Labu Kecamatan Paluh Sibaji. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 659–667.

Padang, B. B. (2022). Dampak kebijakan reklamasi Pantai Megamas bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Wenang, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Sario. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 8(1), 63–70.

Picaulima, S. M. A., Wiyono, E. S., Baskoro, M. S., & Riyanto, M. (2021). Pengembangan perikanan skala kecil di Kabupaten Maluku Barat Daya. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(1), 87–101.

Putra, A. P., & Syafiola, A. (2024). Strategi adaptasi nelayan tradisional terhadap perubahan iklim di pesisir Sumatera Barat. Jurnal Sosial Ekologi Pesisir, 6(1), 13–26.

Rahman, A., & Awalia, N. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan nelayan di Desa Aeng Batu-Batu. EcceS: Economics Social and Development Studies.

Rahman, A. (2020). Analisis Lokasi dan Pola Sebaran Pasar Modern di Kota Yogyakarta. Jurnal Geografi Indonesia, 34(1), 12–22.

Rangkuti, F. (2013). Analisis SWOT (Edisi Revisi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rangkuti, F. (2021). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rauf, R., Rahim, M., Arifin, A., & Anshar, M. (2020). Ketahanan sosial ekonomi nelayan dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 17(2), 205–218.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Rosdiana, L., Haris, A., & Makmur, S. (2024). Stabilitas pendapatan nelayan pancing ulur di Kabupaten Donggala. Jurnal Ekonomi Maritim dan Sumberdaya Laut, 9(1), 33–40.

Rumkorem, F., & Korwa, J. (2023). Pancing ulur sebagai alat tangkap ramah lingkungan: Studi kasus di pesisir Papua Barat. Jurnal Teknologi Perikanan Tangkap, 11(2), 78–86.

Shadiqin, I. (2018). Produktivitas alat tangkap pancing ulur (hand line) pada rumpon portable di perairan Aceh Utara. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 9(1), 23–30.

Siagian, S. P. (2019). Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara

Siagian, S. P. (1995). Manajemen stratejik. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Dan Pengembangan Research Dan Development. Bandung : Alfabeta.

Ulfikri Ismail. (2023). Dampak Reklamasi Pantai Terhadap Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kelurahan Kalumata. Skripsi. Universitas Khairun.

Wagiu, A. J. (2011). Dampak reklamasi pantai terhadap mata pencaharian nelayan tradisional di Kota Manado. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 5(1), 44–52.

Wowor, R., Dengo, E., & Londa, C. (2019). Strategi bertahan nelayan terdampak reklamasi di pesisir Manado. Jurnal Administrasi Publik, 7(2), 88–95.LAMPIRAN

Zakariah, M. A., & Afriani, V. (2021). Analisis statistik dengan spss untuk penelitian kuantitatif. Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Kolaka.

Downloads

Published

2026-01-08

How to Cite

Makaluas, M. M., Manoppo, V., Mamangkey, N. G. F., Luasunaung, A., Mandagi, I. F., Malalantang, S. S., & Sumilat, D. A. (2026). Adaptation Strategies of Traditional Handline Fishermen to Coastal Reclamation in Sario District. Jurnal Ilmiah PLATAX, 13(2), 531–541. https://doi.org/10.35800/jip.v13i2.65929

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >> 

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.