Evaluasi Keberhasilan Kegiatan RHL pada Hutan Produksi Torout di Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan

Authors

  • M. Sadman Sabtu Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Hard N. Pollo Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Wawan Nurmawan Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35791/sil.v4i3.63649

Abstract

Hutan Produksi merupakan kawasan hutan yang diperuntukkan guna memproduksi hasil hutan, untuk memenuhi keperluan masyarakat, industri, dan ekspor.  Untuk keperluan pengusahaan ini dikenal tiga macam hutan produksi, yaitu hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan hutan produksi yang dapat dikonversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan persen tumbuh tanaman di hutan produksi Torout Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan November-Desember 2024 dengan menggunakan Metode Sistematis Sampling. BPDAS Tondano berperan dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Tingkat keberhasilan tanaman dalam kegiatan RHL di Hutan Produksi Torout Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan dengan luas 100 ha mencapai 75,45 %.  Terdapat 2 jenis tanaman yang ditanam yaitu, tanaman pokok berupa nantu (Palaquium obtusifolium) dan cempaka (Magnolia champaca) serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) berupa alpukat (Persea americana), duku (Lansium domesticum), pala (Myristica fragrans), durian (Durio zibethinus), matoa (Pometia pinnata), dan kopi (Coffea Sp).  Terdapat 8 kelas pengelompokan tinggi mulai dari 20 - 60 cm hingga 300 - 340 cm dengan  kelas tinggi 60 - 100 cm merupakan kelas yang paling dominan, mencakup 28,04 % dari total tanaman yang diamati. 

Published

2026-01-07

Issue

Section

Artikel

Categories

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>