Metode Analisis Kemiringan Lereng – Studi Kasus Sub DAS Kuala Saluhwua, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara
DOI:
https://doi.org/10.35791/sil.v5i1.63963Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kemiringan lereng di Sub Daerah Aliran Sungai Kuala Saluhwua, yang terletak di Kabupaten Minahasa, dengan menggunakan data Digital Elevation Model serta perangkat lunak QGIS versi 3.42. Data DEM yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial diolah untuk menghasilkan peta kemiringan lereng yang dibagi menjadi lima kategori berdasarkan PERMENHUT RI No. P.32/MENHUT II/2009. Hasil klasifikasi ini kemudian diubah ke dalam format data vektor shapefile (SHP) untuk memudahkan analisis spasial lebih lanjut. Luas area Sub DAS Kuala Saluhwua mencapai 1.356,9 hektar yang dianalisis dan menunjukkan bahwa kelas kemiringan curam (25–40%) mendominasi dengan area seluas 511,9 hektar (37,7%), sementara kelas datar (0–8%) memiliki area terkecil yaitu 77,9 hektar (5,7%). Peta kemiringan lereng tersebut memberikan gambaran spasial yang jelas mengenai distribusi kemiringan yang berperan penting dalam pengelolaan lahan, pengendalian erosi, serta konservasi sumber daya alam. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan teknologi SIG dan DEM dalam analisis topografi untuk mendukung perencanaan lingkungan yang berkelanjutan.
Published
License
Copyright (c) 2026 Jumawati Ranti Bulawan, Johan A. Rombang, Fabiola B. Saroinsong

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with Silvarum agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.

