Identifikasi Urban Sprawl dan Tipenya Berdasarkan Hipotesis Hitam Putih (Studi Kasus: Kecamatan Mapanget)

Authors

  • Natahnael Singkoh Universitas Sam Ratulangi
  • Octavianus Rogi Universitas Sam Ratulangi
  • Sonny Tilaar

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62707

Keywords:

Urban Sprawl, Hipotesis Hitam Putih, Tipe Sprawl, Kecamatan Mapanget

Abstract

Fenomena Urban Sprawl atau penyebaran kota yang tidak terkendali menjadi tantangan besar dalam pengelolaan wilayah perkotaan, khususnya di kota berkembang seperti Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Urban Sprawl di Kecamatan Mapanget menggunakan pendekatan hipotesis hitam-putih. Dengan mengklasifikasikan lahan terbangun dan tidak terbangun dari citra satelit Landsat selama periode 1994–2024, studi ini mengidentifikasi menunjukkan bahwa luas lahan terbangun meningkat dari 96 ha menjadi 1.255 ha (1.207%) dalam 30 tahun, dengan dominasi pola Leapfrog Sprawl (48%), diikuti Edge (33%) dan Ribbon Sprawl (19%). Indeks Sprawl menunjukkan bahwa pertumbuhan lahan terbangun cenderung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan penduduk. Faktor penyebab utama meliputi kondisi fisik wilayah yang datar, aksesibilitas tinggi terhadap infrastruktur utama, serta arahan tata ruang. Penelitian ini menegaskan bahwa Kecamatan Mapanget mengalami Urban Sprawl yang signifikan, yang berimplikasi terhadap perencanaan tata ruang berkelanjutan.

 

The phenomenon of Urban Sprawl, or uncontrolled urban expansion, poses a major challenge in urban area management, especially in developing cities such as Manado. This study aims to analyze Urban Sprawl in Mapanget District using the black-and-white hypothesis approach. By classifying built-up and non-built-up land from Landsat satellite imagery over the 1994–2024 period, the study identifies a significant increase in built-up land from 96 hectares to 1,255 hectares (1,207%) over 30 years, dominated by Leapfrog Sprawl (48%), followed by Edge (33%) and Ribbon Sprawl (19%). The Sprawl Index indicates that the growth of built-up land has outpaced population growth. The main driving factors include flat physical conditions, high accessibility to major infrastructure, and spatial planning directives. This study confirms that Mapanget District has experienced significant Urban Sprawl, which has implications for sustainable spatial planning.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Singkoh, N., Rogi , O., & Tilaar, S. (2025). Identifikasi Urban Sprawl dan Tipenya Berdasarkan Hipotesis Hitam Putih (Studi Kasus: Kecamatan Mapanget). MEDIA MATRASAIN, 22(1), 112–125. https://doi.org/10.35793/matrasain.v22i1.62707

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.