Identifikasi Jenis dan Manfaat Tumbuhan Obat di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon
Identification of Medicinal Plant Species and Their Benefits in Pangolombian Village, South Tomohon District, Tomohon City
DOI:
https://doi.org/10.35791/7wc8y182Abstract
Indonesia memiliki banyak jenis tumbuhan yang sebagian dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional. Pengetahuan tentang tumbuhan obat umumnya diperoleh dari keluarga dan diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon masih memanfaatkan tumbuhan yang terdapat di pekarangan rumah, kebun, dan lingkungan sebagai obat tradisional. Namun, informasi mengenai jenis tumbuhan obat, bagian yang digunakan, dan manfaatnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Kelurahan Pangolombian, mengidentifikasi bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta mendeskripsikan manfaat tumbuhan sebagai obat tradisional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2026 menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Responden dipilih secara purposive sampling, yaitu masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat. Identifikasi tumbuhan dilakukan berdasarkan karakter morfologi dengan menggunakan buku lapangan dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 18 famili yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Pangolombian. Tumbuhan tersebut digunakan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan, seperti luka ringan, demam, batuk, sakit punggung, sakit perut, diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gejala asam urat, gejala asam lambung, sakit gigi, flu, dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, ditumbuk, diremas, ditempelkan, dioleskan, dan dikonsumsi secara langsung. Penggunaan tumbuhan obat dilakukan dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan kebiasaan masyarakat dan usia pengguna. Pengetahuan tentang tumbuhan obat sebagian besar diperoleh dari keluarga dan telah digunakan dalam waktu yang lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Pangolombian masih mempertahankan pengetahuan lokal dan memanfaatkan tumbuhan obat sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional.
Published
License
Copyright (c) 2026 Melsyia Biu', Marthen T. Lasut, Samuel P. Ratag

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with Silvarum agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.

