Kepadatan dan Pola Sebaran Rhizanthes zippelii (Blume) Spach di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang Kalimantan Barat

Authors

  • Muhamad Arif Romadhan Program Studi Biologi, Jurusan Biologi FMIPA UNTAN Pontianak
  • Rafdinal Rafdinal Program Studi Biologi, Jurusan Biologi FMIPA UNTAN Pontianak
  • Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo Program Studi Biologi, Jurusan Biologi FMIPA UNTAN Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.35799/jbl.v14i2.54583

Keywords:

Rhizanthes zippelii, Kepadatan, Pola sebaran, Rafflesiaceae

Abstract

Rhizanthes zippelii merupakan tumbuhan parasit yang termasuk famili Rafflesiaceae. Keberadaan R. zippelii yang tersebar di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi dapat terancam diakibatkan karena aktifitas manusia di sekitar habitat, serta kondisi lingkungan sekitarnya. Hal tersebut karena R. zippelii sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan sekitarnya untuk dapat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola sebaran dan kepadatan R. zippelii di Gunung Poteng, Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2023 dengan menggunakan metode survei dan stasiun penelitian yang diletakan pada empat titik berbeda dengan luas 100x100 m pada setiap stasiun dan di dalamnya terdapat plot berukuran 20x20 m sebanyak 25 plot. Data dianalisis dengan persamaan kepadatan dan pola sebaran dengan Indeks Morisita. Hasil penelitian didapatkan bahwa kepadatan R. zippelii dalam fase knop hidup sebanyak 64 individu/ha dengan kepadatan relatif 44,44%, knop busuk sebanyak 50,5 individu/ha dengan kepadatan relatif 35,06%, mekar sebanyak 0,25 individu/Ha dengan kepadatan relatif 0,17%, dan mekar busuk sebanyak 29,25 individu/ha dengan kepadatan relatif 20,31%. Data kepadatan tersebut menunjukan bahwa R, zippelii pada fase knop lebih dominan dibandingkan dengan fase mekar. Berdasarkan Indeks Morisita maka didapat nilai sebaran R. zippelii sebesar 0,60. Hasil tersebut menunjukan bahwa sebaran R. zippelii menyebar secara mengelompok.

References

Barbour GM, Burk JK, Pitts WD. (1987). Terrestrial Plant Ecology, New York: The Benyamin/Cummings Publishing Company, Inc

Ilham A, Yoza D, Oktorini Y. (2022). Karakteristik Habitat dan Persebaran Rhizanthes loweii. (Becc) Harm di Taman Nasional Kerinci Seblat Resort Sungai Lambai. Ensiklopedia of Journal. 4(2): 150-158.

Kurniasih D, Astiani D, Dewantara I. (2021). Karakteristik Habitat Rhizanthes zeppelii di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari. 9(3): 405-416.

Ludwig JA, Reynolds JF. (1988). Statistical Ecology: A Primer on Methods and Computing. Canada: John Wiley & Sons.

Mursidawati S, Irawati. (2017). Biologi Konservasi Rafflesia. Bogor: LIPI Press.

Pitoyo, S. (1996). Benalu Hortikultura: Pengendalian dan Pemanfaatan. Ungaran: Trubus Agriwidaya.

Press MC, Phoenix GK. (2005). Impacts of Parasitic Plants on Natural Communities. New Phytologist. 1(166): 737-751.

Rahayu, Y. (2017). Revisi Tetrastigma (Vitaceae) di Sumatera. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Rahmayanti FD, Arifin M, Hudaya R, Sandrawati, A. (2018). Pengaruh Kelas Kemiringan dan Posisi Lereng terhadap Ketebalan Lapisan Olah, Kandungan Bahan Organik, Al dan Fe pada Alfisol di Desa Gunungsari Kabupaten Tasikmalaya. Agrikultura. 29(3):136-143.

Ramadhani DN, Setiawan A, Master J. (2017). Populasi dan Kondisi Rafflesia arnoldii di Rhino-Camp Resort Sukaraja Atas Taman Nasional Barisan Selatan (TNBBS). Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 128-141.

Saleh, Z. (2015). Bioekologi dan Bioprospeksi Rhizanthes deceptor Sebagai Stimulus Konservasinya di HPPB Universitas Andalas Padang Sumatera Barat. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sarminah S, Prititania FS, Karyati. (2018). Pengaruh Keragaman Vegatasi terhadap Laju Erosi. Agrifor. 17(2): 355-367.

Tambunan MR, Raihandhany R. (2020). Jenis-jenis Tumbuhan Parasit dan Persebarannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Ganesha. Jurnal Sumberdaya HAYATI. 6(2): 47-55.

Widjaja A, Yayuk R, Joeni SR, Rosichon U, Ibnu M, Eko BW, Gono S. (2014). Kekinian: Keanekaragaman Hayati Indonesia. Bogor: Lipi Press.

Wijana, N. (2014). Metode Analisis Vegetasi. Yogyakarta: Plantaxia.

Wiraatmaja, IW. (2017). Suhu, Energi Matahari, dan Air dalam Hubungan dengan Tanaman. Denpasar: Agroteknologi Fakultas Pertanian UNUD.

Yanti, N. (2022). Populasi dan Kondisi Lingkungan Rhizanthes spp. dikiri dan Kanan Jalur Pendakian Gunung Kerinci Resort Sungai Lambai Taman Nasional Kerinci Seblat. Skripsi. Jambi: Universitas Jambi.

Yulina H, Seribun, DS, Adin, Z, Maulana MHR. (2015). Hubungan antara Kemiringan dan Posisi Lereng dengan Tekstur Tanah, Permeabilitas dan Erodibilitas Tanah pada Lahan Tegalan di Desa Gunungsari, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasik Malaya. Jurnal Agrikultura. 26(1): 15-22

Zid M, Hardi OS. (2018). Biogeografi. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2024-07-31

How to Cite

Romadhan, M. A., Rafdinal, R., & Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo. (2024). Kepadatan dan Pola Sebaran Rhizanthes zippelii (Blume) Spach di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang Kalimantan Barat. JURNAL BIOS LOGOS, 14(2), 107–116. https://doi.org/10.35799/jbl.v14i2.54583

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.