Adsorpsi Kadmium(II) pada Tulang Ikan Termodifikasi Magnesium

Authors

  • Audy Denny Wuntu Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi
  • Henry Fonda Aritonang
  • Dwi Putra Wijaya

DOI:

https://doi.org/10.35799/cp.19.1.2026.65370

Abstract

ABSTRAK

Logam berat kadmium adalah salah satu polutan yang dapat masuk perairan melalui buangan berbagai industri yang terus berkembang. Di beberapa tempat di Indonesia, polutan ini telah terdeteksi dalam jumlah yang melebihi nilai ambang sehingga perlu terus dilakukan upaya untuk mengeliminasi logam berat dari perairan. Salah satu metode yang telah diketahui cukup efektif dan ekonomis adalah adsorpsi dan upaya untuk mengembangkan adsorben logam berat masih terus dilakukan. Dalam penelitian ini telah dilakukan modifikasi tulang ikan cakalang  yang mengandung hidroksiapatit dengan magnesium untuk mendapatkan material adsorben yang lebih baik. Modifikasi dilakukan melalui reaksi tulang ikan dengan magnesium hidrogen fosfat dalam asam fosfat pada pH 2,3 dan kemudian dikalsinasi pada 600 oC. Material yang diperoleh kemudian dikarakterisasi dengan teknik XRD, SEM, dan XRF dan dievaluasi adsorpsinya dengan model adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Karakterisasi dengan teknik XRD mengindikasikan terbentuknya whitlokit, suatu biomineral yang jarang ditemui dan diketahui memiliki karakter yang lebih baik dari hidroksiapatit. Evaluasi adsorpsi menunjukkan bahwa material hasil modifikasi memiliki kapasitas adsorpsi yang lebih besar dibanding dengan tulang ikan tidak termodifikasi.

ABSTRACT

Cadmium is a pollutant that can enter aquatic environments through waste discharged from various growing industries. In several locations across Indonesia, this pollutant has been detected in quantities exceeding the maximum permissible threshold, necessitating continuous efforts to eliminate heavy metals from waters. Adsorption is known as a highly effective and economical method, and efforts to develop heavy metal adsorbents are still ongoing. In this study, skipjack tuna bone containing hydroxyapatite was modified with magnesium to obtain a superior adsorbent material. The modification was performed through the reaction of fish bone with magnesium hydrogen phosphate in phosphoric acid at pH 2.3, followed by calcination at 600 °C. The resulting material was then characterized using XRD, SEM, and XRF techniques, and its adsorption performance was evaluated using the Langmuir and Freundlich adsorption models. Characterization by XRD indicated the formation of whitlockite, a rare biomineral known to possess better characteristics than hydroxyapatite. The adsorption evaluation demonstrated that the modified material exhibited a higher adsorption capacity compared to the unmodified fish bone.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Wuntu, A. D., Aritonang, H. F., & Wijaya, D. P. (2026). Adsorpsi Kadmium(II) pada Tulang Ikan Termodifikasi Magnesium. CHEMISTRY PROGRESS, 19(1), 19–25. https://doi.org/10.35799/cp.19.1.2026.65370

Issue

Section

Articles