Struktur Makroalga Pada Ekosistem Lamun Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Structure of Macroalgae in Seagrass Ecosystems at South Tabukan District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi)

Authors

  • Irawaty Mertosono Universitas Sam Ratulangi
  • Ratna Siahaan Universitas Sam Ratulangi
  • Pience Maabuat Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35799/jbl.9.1.2019.24374

Abstract

Struktur Makroalga Pada Ekosistem Lamun Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

(Structure of Macroalgae in Seagrass Ecosystems at South Tabukan

District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi)

 Irawaty A. Mertosono1), Ratna Siahaan1*) Pience V. Maabuat1)

1)Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115

*Email korespondensi:ratnasiahaan@unsrat.ac.id

 

Diterima  15 Februari 2019, diterima untuk dipublikasi 28 Februari  2019

 

Abstrak 

Makroalga laut merupakan tumbuhan laut yang tidak memiliki akar, batang, maupun daun sejati. Kegiatan manusia berupa pemanfaatan makroalga, konversi lahan, dan transportasi laut dapat menjadi penyebab penurunan biodiversitas makroalga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur dan distribusi makroalga pada ekosistem lamun di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Lokasi penelitian di tiga stasiun penelitian yaitu Pantai Karurung - Desa Salurang, Pantai Palareng - Desa Palareng dan Pantai Galoghong – Desa Batuwingkung. Penelitian dilakukan pada November-Desember 2018 dengan pengambilan sampel menggunakan metode garis transek (line transect) dengan teknik pencuplikan kuadrat. Makroalga yang ditemukan sebanyak 36 spesies yang terdiri atas 25 spesies Divisi Chlorophyta, sembilan (9) spesies Divisi Rhodophyta dan dua (2) spesies Divisi Phaeophyta. Makroalga Bornetella nitida memiliki Indeks Nilai Penting 39, 24% mendominasi di lokasi penelitian. Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) spesies makroalga di Stasiun I (H’:3,02) tergolong tinggi sedangkan pada Stasiun II (H’:2,86)  dan Stasiun III (H’:2,63) tergolong sedang. Secara keseluruhan, keanekaragaman spesies makroalga di Kecamatan Tabukan Selatang tergolong tinggi (H’:3,00).

Kata kunci:   struktur makroalga, Pantai Karurung, Pantai Palareng, Pantai Galoghong,Tabukan Selatan

 Abstract 

Marine macroalgae are marine plant-like organisms that has no true roots, stems, or leaves. The human ativities of macroalgae utilization, land conversion, and sea transportation can cause of macroalgae biodiversity decline. The purpose of this study was to analyze the structure and distribution of macroalgae in seagrass ecosystems at South Tabukan District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi. The research locations were at three research stations, i.e. Karurung Beach - Salurang Village, Palareng Beach - Palareng Village and Galoghong Beach - Batuwingkung Village. The study was conducted in November-December 2018 with line transect method sampling and quadrate sampling technique. Macroalgae were 36 species consists of 25 species of Chlorophyta Division, nine (9) species of Rhodophyta Division and two (2) species of Phaeophyta Division. Macroalga Bornetella nitida had Importance Value Index 39.24% that dominated research locations. The Shannon-Wiener biodiversity Index (H’) of macroalgae species at Station I (H': 3.02) was classified as high while Station II (H': 2.86) and Station III (H ': 2.63) were moderate. Overall, macroalgae species diversity at Tabukan Selatang District was high (H’: 3.00).

Keywords: Macroalgae structure, Macroalgae distribution, Karurung Beach, Palareng Beach, Galoghong Beach, South Tabukan

Downloads

Published

2019-08-30

How to Cite

Mertosono, I., Siahaan, R., & Maabuat, P. (2019). Struktur Makroalga Pada Ekosistem Lamun Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Structure of Macroalgae in Seagrass Ecosystems at South Tabukan District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi). JURNAL BIOS LOGOS, 9(1), 44–49. https://doi.org/10.35799/jbl.9.1.2019.24374

Most read articles by the same author(s)