Proksimat pada Tepung Buah Mangrove Sonneratia alba

Authors

  • Putri Rahayu Ardiansyah Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Djuhria Wonggo Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Verly Dotulong Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Lena Jeane Damongilala Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Silvana Dinaintang Harikedua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Feny Mentang Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Grace Sanger Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.35800/mthp.8.3.2020.27526

Keywords:

Proksimat, buah Sonneratia alba tua dan muda

Abstract

This study aims to determine the proximate value of Sonneratia alba mangrove flour. The flour was made from young (d ≤ 3 cm) and old S. alba fruit. S. alba fruit were collected from Desa Wori, Kec.Wori, Kab. Minahasa Selatan, North Sulawesi. The measured parameters were moisture content by the oven method, the ash content by the dry ashing method, the protein content by the Kjeldahl method; fat content by the Soxhlet method and carbohydrate content were calculated by difference. The results showed that the proximate content of young S. alba fruit flour was 10.53% of moisture, 5.18% ash, 8.735 protein, 1.44% fat and 74.12% carbohydrate. The proximate content of old S. alba mangrove flour was moisture content 9.63%, ash 5.39%, protein 8.34%, fat 1.54% and carbohydrate 75.1%. Moiture and protein content of young S. alba mangrove flour is slightly higher compared to old S. alba mangrove flour. Meanwhile, ash, fat and carbohydrate content of old S. alba mangrove flour is slightly higher compared to young S. alba mangrove flour.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat pada tepung buah mangrove Sonneratia alba muda (d ≤ 3 cm) dan proksimat tepung buah mangrove S. alba tua (d ≥ 3cm) yang diambil di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara. Parameter yang dianalisa adalah kadar air dengan metode oven, kadar abu dengan metode pengabuan kering, kadar protein dengan metode kjeldahl meliputi tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi; kadar lemak dengan metode soxhlet dan kadar karbohidrat dihitung berdasarkan metode (by difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan proksimat pada tepung buah mangrove S. alba muda adalah kadar air 10,53%, abu 5,18%, protein 8,735, lemak 1,44% dan karbohidrat 74,12%. Kandungan proksimat pada tepung buah mangrove S. alba tua adalah kadar air 9,63%, abu 5,39%, protein 8,34%, lemak 1,54% dan karbohidrat 75,1%. Perbandingan kandungan proksimat tepung buah mangrove S. alba muda dan tua adalah sebagai berikut: kadar air dan protein pada tepung buah mangrove S. alba muda sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tepung buah mangrove S. alba tua. sedangkan kadar abu, lemak dan karbohidrat kandungan tepung buah mangrove S. alba tua sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tepung buah mangrove S. alba muda.

References

Almatsier, S. 2004 . Prinsip Dasar Ilmu Gizi . Gramedia Pustaka Utama . Jakarta

Dotulong, V., Wonggo, D., & Montolalu, L. A. D. Y. (2018). Phytochemical Content, Total Phenols, and Antioxidant Activity of Mangrove Sonneratia alba Young Leaf Through Different Extraction Methods and Solvents. International Journal of ChemTech Research, 11(11), 356-363.

Handayani, S. (2019). Identifikasi Jenis Tanaman Mangrove Sebagai Bahan Pangan Alternatif Di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Jurnal Teknologi Pangan, 12(2), 33-46.

Hogarth, P. J. 1999. The Biology of Mangroves and Seagrasses. Oxford University Press Inc. New York.

Lahabu, Y., Schaduw, J. N., & Windarto, A. B. (2015). Kondisi Ekologi Mangrove Di Pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 3(2), 41-52

Muchtadi, D. 2010. Kedelai: Komponen Bioaktif Untuk Kesehatan. Alfabeta. Bandung

Paputungan, Z., Wonggo, D., & Kaseger, B. E. (2017). Uji Fitokimia Dan Aktivitas Antioksidan Buah Mangrove Sonneratia alba Di Desa Nunuk Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Sulawesi Utara. Media Teknologi Hasil Perikanan, 5(3), 96-102.

Putri, R. R., Hasanah, R., & Kusimaningrum, I. (2016). Uji aktivitas antibakteri dan Uji fitokimia ekstrak daun mangrove Sonneratia alba. Aquawarman Jurnal Sains Dan Teknologi Akuakultur, 2(1), 43-50.

Santoso, U. (2008). Hutan mangrove, permasalahan dan solusinya. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis, 3.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2009). Tepung terigu sebagai bahan makanan. SNI-01-3751-2009, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (1992). SNI 01-2891-1992 Cara Uji Makanan dan Minuman. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Wonggo, D., Berhimpon, S., Kurnia, D., & Dotulong, V. (2017). Antioxidant activities of mangrove fruit (Sonneratia alba) taken from Wori Village, North Sulawesi. Indonesia Int. J. ChemTech Res, 10, 284-90.

Winarno, F.G. 2002.Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Downloads

Published

08/04/2020

How to Cite

Ardiansyah, P. R., Wonggo, D., Dotulong, V., Damongilala, L. J., Harikedua, S. D., Mentang, F., & Sanger, G. (2020). Proksimat pada Tepung Buah Mangrove Sonneratia alba. Media Teknologi Hasil Perikanan, 8(3), 82–87. https://doi.org/10.35800/mthp.8.3.2020.27526

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10