Analisis Faktor Risiko dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2023-2024

Authors

  • Angeline Meylani Universitas Sam Ratulangi
  • Hermie M. M. Tendean Universitas Sam Ratulangi
  • Gilbert W. Setiawan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v14i2.66056

Keywords:

berat badan lahir rendah; faktor risiko; paritas

Abstract

Abstract: Low birth weight (LBW) remains a significant health issue both globally and nationally, including in Manado, which has shown an increase in cases in recent years. This study aimed to analyze the relationship between maternal age, parity, placenta previa, preeclampsia, anemia, premature rupture of membranes (PROM), and urinary tract infection (UTI) with the incidence of LBW at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado from 2023-2024. This was a quantitative retrospective study with a cross-sectional approach. Samples were taken using total sampling from medical records at the Obstetrics and Gynecology Department, Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital that met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed with the chi-square test with a significance level of p<0.05. The results obtained 1747 deliveries, with 284 cases of LBW. The analysis showed that only parity had a significant relationship with LBW (p=0.033), while maternal age (p=0.655), placenta previa (p=0.293), preeclampsia (p=0.637), anemia (p=0.657), PROM (p=0.589), and UTI (p=0.963) showed no statistically significant relationships (p>0.05). In conclusion, there is a significant relationship between parity and the incidence of LBW, while other risk factors do not show significant relationships with the incidence of LBW at RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado in the year 2023-2024.

Keywords: low birth weight; risk factors; parity

  

Abstrak: Masalah berat badan lahir rendah (BBLR) terus menjadi isu kesehatan baik secara global maupun nasional, termasuk di Kota Manado yang menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun belakangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu, paritas, palsenta previa, preeklamsia, anemia, ketuban pecah dini (KPD), dan infeksi saluran kencing (ISK) dengan kejadian BBLR di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2023-2024. Jenis penelitian ialah kuantitatif retrospektif dengan desain potong lintang. Sampel diambil secara total sampling dari data rekam medik di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian memperlihatkan dari 1747 persalinan didapatkan 284 kasus BBLR. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya paritas yang memiliki hubungan bermakna dengan BBLR (p=0,033). Sementara plasenta previa (p=0,293), KPD (p=0,589), preeklamsia (p=0,637), usia ibu (p=0,655), anemia (p=0,657), dan ISK (p=0,963) tidak menunjukkan hubungan bermakna secara statistik (p>0,05). Simpulan penelitian ini pada persalinan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2023-2024 didapatkan hubungan bermakna antara paritas dengan kejadian BBLR, sementara faktor risiko lain tidak menunjukkan hubungan bermakna.

Kata kunci: berat badan lahir rendah; faktor risiko; paritas

Author Biographies

Angeline Meylani, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Hermie M. M. Tendean, Universitas Sam Ratulangi

Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi - RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

Gilbert W. Setiawan, Universitas Sam Ratulangi

Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi - RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

References

1. World Health Organization. Global nutrition targets 2025: low birth weight policy brief. No. WHO/NMH/NHD/14.5. World Health Organization. Available from: https://thousanddays.org/wp-content/uploads/Low-Birth-Weigth-Policy-Brief.pdf

2. Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tindakan Resusitasi, Stabilisasi, Dan Transpor Bayi Berat Lahir Rendah. 2018. Available from: https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr.0i7fCjlp EAIAO8tXNyoA;ylu=Y29sbwNncTEEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1766555615/RO=10/RU=https%3a%2f%2fkemkes.go.id%2fapp_asset%2ffile_content_download%2f17012264876566a7f7eba7d8.13640298.pdf/RK=2/RS=il72QH.rOIidU0a4mShVupCMn9M-

3. Kementerian Kesehatan Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. 2023. Available from: https://kemkes.go.id/id/survei-kesehatan-indonesia-ski-2023

4. Gumogar SYE, Rompis JL, Wilar R. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan hiperbilirubinemia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Medical Scope Journal. 2025;8(1):19–23. Doi: https://doi.org/10.35790/msj.v8i1.61458

5. Nurviana N, Magdalena F, Octaviani S, Fitri D. Statistik Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara [Internet]. Vol. 1, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. 2024. 139 p. Available from: Doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.str.2013.02.005%0Ahttp://dx.doi.org/10.10

6. Bandyopadhyay A, Jones H, Parker M, Marchant E, Evans J, Todd C, et al. Weighting of risk factors for low birth weight: a linked routine data cohort study in Wales, UK. BMJ Open. 2023;13(2):1–8. Doi: https://doi.org/10.1136/bmjopen-2022-063836

7. Martinus FD, Bintang MR, Sari RN. Hubungan usia ibu, paritas, dan jarak kehamilan pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Charis Medika Batam tahun 2021. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam. 2023;13(1):295–305. Doi: https://doi.org/10.37776/zked.v13i1.1149

8. Azzizah, Nur E, Faturahman Y, Novianti S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (Studi di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia. 2021;17(1):284-91. Doi: https://doi.org/10.37058/jkki.v17i1.3606

9. Afidah ANF, Stang, Rahma. Analisis faktor risiko yang memengaruhi kejadian bayi berat lahir rendah. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat (JIKM). 2023;15(3):143–9. Available from: https://jikm.upnvj.ac.id/index. php/home/article/view/515

10. Indah FN, Utami I. Faktor-faktor yang bemarhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Intan Husada. 2020;8(1):19–35. Available from: https://scholar.archive.org/work/vxte2xc6wbbljmc3gey57chhga/ access/wayback/https://akperinsada.ac.id/e-jurnal/index.php/insada/article/download/173/80

11. Hamang SH, Nurhayati N. Faktor risiko kejadian berat bayi lahir rendah. Window of Midwifery Journal. 2022;01(01):14–23. Doi: https://doi.org/10.33096/wom.vi.331

12. Safitri M, Susaldi, Istiana. Hubungan plasenta previa, konsumsi kafein dan kadar Hb dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Pagelaran Cianjur tahun 2023. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan. 2024;03(02):1099–106. Doi: https://doi.org/10.53801/oajjhs.v3i2.233

13. Jansen CHJR, van Dijk CE, Kleinrouweler CE, Holzscherer JJ, Smits AC, Limpens JCEJM, et al. Risk of preterm birth for placenta previa or low-lying placenta and possible preventive interventions: a systematic review and meta-analysis. Front Endocrinol (Lausanne). 2022;13:1–14. Doi: https://doi.org/10.3389/fendo.2022.921220

14. Kadafi ZA. Hubungan preeklamsia berat dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah studi observasional di RSI Sultan Agung Semarang pada pasien post partum [Undegraduate thesis]. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung; 2022. Available from: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/25632

15. Arabzadeh H, Doosti_Irani A, Kamkari S, Farhadian M, Elyasi E, Mohammadi Y. The maternal factors associated with infant low birth weight: an umbrella review. BMC Pregnancy and Childbirth 2024;24(1): 316. Doi: https://doi.org/10.1186/s12884-024-06487-y

16. Wibowo N, Irwinda R, Hiksas R. Anemia defisiensi besi pada kehamilan. 2021. 51–73 p. Available from: https://www.pogi.or.id/wp-content/uploads/download-manager-files/Anemia-Defisiensi-Besi-pada-Kehamilan.pdf

17. Aryana IGNYB, Sari KAK, Aryani P. Faktor risiko kejadian berat bayi lahir rendah di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia. Intisari Sains Medis. 2021;12(2):427-32. Doi: https://doi.org/10.15562/ism.v12i2.1006

18. Mahardika MS, Wahtini S, Kurniati N. Literature review: Hubungan ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) [Doctoral dissertation]. Yogyakarta: Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta; 2020. Available from: http://digilib.unisayogya.ac.id/5389/

19. Cao J-K, Liu C-G, Wang D, Li Q-P. Impact of premature rupture of membranes on clinical outcomes of extremely premature infants: a propensity score matching study. Front. Pediatr. 2023;11:1144373. Doi: https://doi.org/10.3389/fped.2023.1144373

20. Handayani F, Fauziyah N. Determinan kejadian kelahiran berat bayi lahir rendah berdasarkan komplikasi kehamilan di RSUD Kabupaten Subang. Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa. 2023;6(1):58-64. Available from: https://ejournal.polsub.ac.id/index.php/jiitr 64

21. Silverman MD, Turrentine MA. Urinary tract infections in pregnant individuals. Obstet Gynecol. 2023;142(2):435–45. Available from: http://links.lww.com/AOG/D242

Downloads

Published

2026-02-15

How to Cite

Meylani, A., Tendean, H. M. M., & Setiawan, G. W. (2026). Analisis Faktor Risiko dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2023-2024. E-CliniC, 14(2), 173–179. https://doi.org/10.35790/ecl.v14i2.66056

Issue

Section

Articles